Judul : Blog Galau
Diterjemahkan dari : My Life Undecided
Penulis : Jessica Brody
Penerbit : Noura Mizan
Tebal buku : 348 halaman
Cetakan I, Januari 2012
Blurb
TOLONG BACA BUKU INI!! HIDUPKU BERGANTUNG PADA BUKU INI!!
Oke, mungkin itu terlalu melodramatis, tapi maaf saja, begitulah mood-ku saat ini. Begini ceritanya. Namaku Brooklyn Pierce, lima belas tahun, dan aku benar-benar nggak ingat kapan terakhir kali membuat sebuah keputusan yang benar. Akhirnya aku memuat sebuah blog, supaya para pembaca bisa membantuku membuat keputusan. Mereka memutuskan buku mana yang harus kubaca dan apa yang harus kulakukan di akhir pekan.
Dan sekarang, aku benar-benar bingung karena harus memilih apakah harus berkencan dengan cowok paling keren -idola di sekolahku- atau cowok pintar dengan masa depan menjanjikan. Tapi aku benar-benar terlalu takut untuk melihat hasil polling-nya. Bagaimana kalau pilihan mereka nggak pas? Bagaimana kalau pilihan mereka mengacaukan hidupku? Bagaimana kalau aku nggak bahagia?
Well, mungkin kau akan menertawakanku atau terharu dengan apa yang menimpaku atau mungkin kau akan berteriak kesa karena apa yang kuceritakan dalam buku ini. Atau... entahlah, bacalah buku ini dan... putuskan sendiri bagaimana kau akan bereaksi.
Review
Cover : 3/5
Blurb : 4.5/5
Plot : 4/5
Buku ini menceritakan tentang Brooklyn Pierce, seorang remaja perempuan selalu membuat keputusan yang salah dalam hidupnya. Setelah hampir membakar sebuah rumah, dia mendapat banyak masalah. Dia dijauhi oleh teman-temannya termasuk sahabat karibnya, Shayne Kingsley. Dia juga harus melaksanakan hukuman dari pengadilan dengan menjadi pekerja sosial di panti jompo selama 200 jam.
Kehidupannya berubah setelah itu, tidak ada lagi mata yang tertuju padanya karena dia tidak bersama Shayne. Tanpa Shayne dirinya seperti tak kasat mata dan tidak ada orang yang memperhatikannya. Tanpa Shayne tidak ada yang mengingatkan bangun pagi untuk lulur dan memperhatikan penampilan setiap saat. Karena itu dia jadi selalu sendiri selama di sekolah dan dengan tidak sengaja bertemu seorang cowok dengan nama seperti dari kerajaan, Hunter Wallace Hamilton III. Dia juga berkenalan dengan seorang cowok benama Brian yang merupakan salah satu anggota tim debat di sekolahnya.
Karena selalu bingung dalam mengambil keputusan, ia membuat sebuah blog yang memungkinkan para pembaca bisa membantunya dalam membuat keputusan. Setiap harus memutuskan sebuah pilihan, ia akan membuat voting di blog-nya dan berjanji akan melakukan apapun hasilnya.
Saat membacanya, aku seperti mendengar curhatan temanku karena gaya bahasanya yang sangat sederhana dan mudah dipahami. Kisahnya juga menarik untuk diikuti berlatarkan kehidupan anak sekolah.
Dan ide cerita ini yang membuat aku sangat tertarik membacanya apalagi blurb-nya yang seperti memaksaku untuk membaca buku ini. Itu sangat fantastis! Jadi, buku ini recommended banget buat yang butuh cerita enteng dan menarik untuk dibaca.